Jika Babi Haram kenapa Babi Diciptakan?

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, Alhamdulillah chauril.blogspot.com masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk berbagi ilmu islam dalam artikel ini, pada artikel ini aku ingin membahas (Jika Babi Haram kenapa Babi dicpitakan?) "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang." (QS. Al Baqarah :173).



Sebagai umat muslim jika mendengar bahwa dalam ajaran agama islam mengkonsumsi daging babi adalah diharamkan, namun pernahkah terlintas dibenak kalian mengapa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharamkan kita untuk mengkonsumsi daging babi? Allah Subhanahu wa Ta'ala jelas tidak akan mengharamkan suatu hal jika tidak terdapat mudarat didalamnya. Lalu apa bahaya yang terkandung didalam daging babi? Menurut penelitian ilmiah berikut penjelasannya.

1. Daging Babi Menyimpan Berbagai Macam Penyakit

Beberapa bibit yang dibawa babi adalah cacing pita atau taenia solium, cacing spiral, cacing tambang, cacing paruh, cacing usus, cacing discosoma, bakteri tuberklosis, virus cacar, virus kudis, parasit protozoa, dan lain-lain. Kemudian lemak yang terdapat pada daging babi sulit dicerna tubuh meskipun empuk dan terkesan lezat namun karena banyak mengandung lemak daging babi sulit dicerna, akibatnya nutrien atau zat gizi tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Selain itu lemak pada punggung babi tebal dan mudah rusak oleh transiditas oksidatif sehingga tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

2. Urin Babi Merembes kedalam Daging

Menurut  beberapa Ilmuan bahwa kantung urin babi sering mengalami bocor, sehingga urin babi dapat merembes kedalam daging. Akibatnya daging babi tercemar kotoran yang seharusnya dibuang bersama urin.

3. Daging Babi Mengandung Virus Flu Burung & Flu Babi (H1N1)

Didalam tubuh babi virus (h1n1) dan (h2n1) yang semula tidak ganas dapat bermutasi menjadi (h1n1 dan h5n1) yang ganas, sehingga dapat mematikan dan menular pada tubuh manusia. Selain itu babi dapat meningkatkan kolesterol tubuh manusia.

4. Meningkatkan Kolesterol Tubuh

Dokter ahli dari German menjelaskan bahwa memakan babi yang terjangkit cacing babi tidak hanya berbahaya tapi juga meningkatkan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Selain itu cacing babi dapat mengakibatkan penyakit iritasi kulit, eksim, rematik, serta virus-viruz influenza berbahaya. Daging babi juga dapat menyebabkan kanker anus dan usus besar. Selain itu daging babi juga mengandung caci pita. Dr.Muhammad Abdul Qhoir dalam bukunya berjudul ikhtihadat tafsir bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi

5. DNA Babi mirip dengan manusia

Dan yang terakhir adalah DNA babi mirip dengan manusia sehingga sikap buruk babi dapat menular pada manusia, beberapa sifat buruk babi seperti binatang yang paling rakus, kotor dan jorok serta kerakusannya tidak tertandingi hewan lain serta suka memakan bankai dan kotorannya sendiri, selain itu babi sangat suka berada ditempat yang kumuh dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya bila tidak ada lagi yang bisa dimakan ia akan muntahkan isi perutnya lalu dimakan kembali, selain itu babi adalah binatang yang tidak memiliki rasa cemburu sehingga babi akan membantu pejantan lainnya untuk menyetubuhi betinanya.
Nah para pembaca itulah sekian banyak bahaya yang terkandung dalam daging babi sehingga hewan tersebut diharamkan. Mengapa Allah Subhanahu wa Ta'ala justru menciptakan hewan tersebut?

Perlu kita ketahui bahwa tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan oleh Allah itu sia-sia, langit, bumi dan seisinya ini apabila kita memiliki pengetahuan atasnya tentu kita tau itu semua ada manfaatnya tidak terkecuali babi. Babi diciptakan bukan untuk dimakan, tetapi ada manfaat lain dari babi yang dimanfaatkan manusia, berikut alasannya ..

Dalam ilmu kedokteran secara genetik babi adalah yang paling mirip dengan manusia, bahkan dibanding dengan kera maka babi lebih banyak dipakai sebagai lab animal atau kelinci percobaan untuk uji coba obat-obatan yang akan dipakai kepada manusia, contohnya seperti (sunblok). Sebelum digunakan dan diciptakan oleh manusia krim anti sinar UV ini diuji coba pada kulit babi, kemudian dipapar dibawah sinar UV dan begitu pula dengan obat-obatan lainnya. Biasanya para ilmuan menguji dan menggunakan terlebih dulu pada babi sebagai percobaan.

Yakk..Segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala memang tidak ada yang sia-sia sekalipun seperti babi yang begitu banyak bahayanya jika kita mengkonsumsinya. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala mencintai hamba-hambanya, meski Allah sudah menciptakan hal yang diharamkan tersebut semua semata-mata untuk kebaikan kita, menguji keimanan kita, melindungi kita dari hal-hal yang banyak kerugiannya serta untuk menambah keyakinan kita. Bila kita melihat hikmah-hikmah larangan Allah akan semakin bertambah pula keyakinan kita akan kebenaran Islam dan Al Quran. Terlebih di zaman ini yang teknologinya semakin canggih dan semakin membuktikan akan kebenaran Islam dan Al Quran, MasyaAllah..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jika Babi Haram kenapa Babi Diciptakan?"

Post a Comment