Fenomena Food Photography Dalam Islam

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh, fenomena food photography, kemajuan teknologi digital membuat siapa saja ingin selalu mengabadikan momen-momen berharganya dan meng-unggah atau mempostingnya ke media sosial. Bukan hanya meng-unggah foto pribadinya namun kini fenomena memposting foto makanan sudah menjadi trend di tengah masyarakat yang dikenal dengan sebutan Food Photography. Wujud dari foto makanan atau minuman tersebut pun memang sangat menggoda, namun terdapat beberapa pendapat mengatakan bahwa kebiasaan memposting foto makanan ini tidak baik, benarkah hal tersebut ? Kali ini aku akan memaparkanya untuk kalian. 



Para pembaca yang beriman, bagi kita yang terobsesi memposting foto makanan dan minuman di jaring media sosial mungkin harus berhati-hati karena bisa jadi kebiasaan ini adalah gejala gangguan psikologis atau mental. Hal ini diungkapkan oleh Dr.Valerie Taylor seorang psikiater dari Women's College Hospital University of Toronto Kanada, Ia mengungkapkan bahwa pada kebiasaan ini beberapa orang akan keluar rumah untuk makan disuatu tempat bukan karena orang tersebut memang membutuhkan makanan justru hanya demi berinteraksi di media sosial tentang apa yang ia makan, kapan mengunjunginya, dan kapan akan kembali ketempat tersebut.

Kebiasaan ini bisa menjadi gejala gangguan makan seseorang atau bahkan adanya tanda masalah psikologis seseorang, dimana masalah tersebut berupa obsesi dan keasikan yang tidak sehat pada makanan. Hal ini ditunjukan dalam sebuah study yang dilakukan oleh Team University of Rochester California pada tahun 2012 yang mengungkapkan bahwa seseorang yang sering melihat foto makanan di internet akan merangsang otak untuk makan secara berlebihan. Karena hal tersebut beberapa restaurant di New York  menerapkan peraturan bagi para pelanggannya untuk tidak memotret makanannya dan diunggah ke media sosial.

Menurutnya makanan yang disajikan harus segera dinikmati karena dapat mengurangi cita rasa makanan, dan aktivitas mengambil gambar-gambar makanan akan dapat menggangu pelanggan yang lain. Lalu bagaimana Islam memandang fenomeno food photography tersebut ini? Para pembaca yang beriman, perkembangan teknologi termasuk media sosial tentu menciptakan ruang tersendiri bagi banyak orang untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa harus berhadapan secara langsung. Dengan memposting foto makanan dan tempat makan yang dikunjunginya maka secara tidak langsung orang tersebut akan memaksa orang lain yang menjadi rekan media sosialnya untuk melihat aktivitasnya dengan memamerkan foto makanan tersebut.

Terkait dengan pamer makanan di media sosial, baik itu foto makanan yang diunggah benar-benar dikonsumsi atau pun hanya sekedar foto saja sudah bukan menjadi hal yang penting. Bagi mereka yang diinginkan hanya agar orang lain menilai identitasnya melalui foto-foto tersebut. Hal inilah yang ditakutkan terjadi pada setiap orang yang selalu memposting foto makanan dimedia sosial karena dalam sebuah riwayat dari Iqroimah bahwa Ibnu Abas berkata "Sesungguhnya Nabi melarang untuk memakan makanan yang dimasak oleh dua orang yang berlomba" Hadist riwayat Abu Daud : 3754 dan dinilai shahih oleh Alal Bani, dalam hadist tersebut dari kata dua orang yang berlomba adalah "dua orang yang belomba dalam menjamu tamu dengan maksud agar dapat mengalahkan satu sama lain, tujuannya hanyalah untuk ria atau pamer, ingin dipuji dan disanjung.

Selain itu dalam riwayat lain dari Fatimah binti Husain bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda "Sesungguhnya sejelek-jelek umatku adalah suatu generasi yang tumbuh besar dalam kemewahan mencari beraneka ragam jenis makanan dan beraneka macam mode pakaian lantas sombong dalam berbicara" Hadist riwayat Ahmad. Dari dua hadist tersebut maka diketahui bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sangat tidak menganjurkan umatnya untuk memamerkan makanan yang dimilikinya.

Meski pada dasarnya tidak ada yang melarang kebiasaan memposting foto makan ke media sosial atau yang lainnya, bahkan didalam Islam pun tidak ada dalil yang jelas membicarakan tentang hal tersebut. Namun dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah tujuan kebiasaan memposting foto makanan tersebut apakah untuk pamer atau hanya sekedar hobi mengoleksi foto tersebut. Jika kebiasaan ini dilakukan hanya agar diperhatikan oleh orang lain maka sama halnya orang tersebut memamerkan harta dan makanan yang dimilikinya, hal inilah yang dilarang bagi kita umat Islam. Karena harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang harus kita jaga. Dan dalam harta kita terdapat harta hak orang lain yang membutuhkan disekitar kita.

Semoga infomasi ini dapat menjadi kaca besar pada kehidupan pribadi kita, sehingga kita mengerti antara baik dan buruknya kebiasaan yang telah kita lakukan, Aamiin...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fenomena Food Photography Dalam Islam"

Post a Comment