Hati-hati Mencintai Seseorang dan Lima Pengertian Cinta Dalam Al Quran

Hati-hati dalam mencintai seseorang karena ada pengaruh menuju akhirat nanti. Jangan sampai salah dan jangan sampai hawa nafsu menguasai hati kita ini adalah hal-hal yang bersifat nafsu dan mengenyampingkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala wajibkan kepada kita. Dan aku akan membahas macam-macam cinta menurut Al Quran, langsung saja pememparannya sebagai berikut.

gambar by: pixabay
Para pembaca yang beriman, apa yang terlintas dipikiran kalian tentang cinta? pasti sesuatu yang indah dan menyenangkan bukan. Karena bersama dengan orang yang kita cintai akan membawa kebahagiaan bagi kita di dunia. Semua hal yang dilakukan atas dasar cinta pasti menjadi sesuatu yang baik. Bukan hanya dalam mencintai seseorang tapi juga dalam hal pekerjaan.

Cinta juga bisa membawa perubahan bagi manusia yang dimana mungkin dia dulunya adalah kasar tapi dengan adanya cinta dia bisa menjadi orang yang lebih tenang. Cinta adalah sesuatu yang murni, putih, mulus, dan suci. Yang timbul tanpa adanya paksaan atau hal yang dibuat-buat. Cinta merupakan suatu perasaan terdalam seseorang yang dimana membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya.

Dan pengorbanannya tulus tidak mengharap balasan apapun. Cinta juga membawa kehangatan yang dimana mampu membuat dan menyadari betapa berharganya diri kita dan seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. Cinta tidaklah sebatas kata-kata karena cinta jauh lebih berharga dari harta karun termahal didunia sekalipun.

Cinta merupakan anugerah terindah yang tak ternilai harganya dan itu diberikan kepada makhluk paling sempurna yaitu manusia. Para pembaca yang beriman ada beberapa cinta yang ada didalam Al Quran yang dimana bisa menjadi arahan buat kita agar lebih mengetahui jenis-jenisnya sebagai berikut
  • Cinta Mawaddah yaitu jenis cinta yang menggebu-gebu dan membara, orang yang memiliki cinta ini maunya selalu berdua dan enggan untuk berpisah.
  • Cinta Rahmah yaitu jenis cinta yang penuh dengan kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi, orang yang memiliki cinta ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding dirinya sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski ia harus menderita, ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
  • Cinta Mail yaitu jenis cinta sementara yang sangat membara sehingga menyita seluruh perhatiannya, hingga hal lain pun cenderung ia tidak perhatikan, cinta ini dalam Al Quran disebut konteks orang yang suka poligami.
  • Cinta Ra'fah yaitu rasa kasih yang dalam sehingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk shalat dan membelanya meskipun salah.
  • Cinta Kulfah yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orangtua yang menyuruh anaknya untuk membersihkan kamarnya sendiri, menyapu, dan mencuci pakaiannya sendiri.
Kita selalu diajarkan dan diarahkan untuk mencintai sesuatu karena Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membenci juga karena Allah, sehingga seseorang akan mencintai setiap apa yang dicintai oleh Allah dan juga membenci apa-apa yang Allah benci. Cinta dan bencinya harus mengikuti kecintaan Allah Subhanahu wa Ta'ala karena semua ini bertujuan agar mendapat ridho dan mendapat cinta Allah.

Dan dari sahabat Abdullah bin Abbas, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya "Tali keimanan yang paling kokoh adalah berloyal karena Allah dan memusuhi karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah" (HR.Al-thabrani dalam Al-mu'jamul kabir dan dihassankan oleh Al-syaikh Al-albani dalam Al-shahihah.)

Didalam sabda dijelaskan bahwa, sebagai umat manusia kita harus selalu mencintai apa yang dicintai oleh Allah dan memusuhi apa-apa yang dibenci-Nya. Karena bila kita melakukan hal demikian maka kita akan selalu menjadi manusia yang selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam sabda yang lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan dalam hal mencari teman atau teman dekat haruslah didasarkan diatas prinsip. Karena siapa yang dijadikan teman pasti mendapat kecintaan sesuai kadarnya.

Terlebih seorang teman biasanya memberikan pengaruh kapada teman dekatnya, oleh karena itu Islam telah memberikan arahan agar tidak sembarangan dalam memilih teman dekat. Imam Tabrani meriwayatkan sebuah hadist "Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dibangkitkan bersama mereka" (Al-MUNDZIRI berkata: ISNADNYA bagus, dinilah SHAHIH oleh AL-ALBANI dalam SHAHIH AL-TARGHIB WA AL-TARHIB.

Didalam sabda dijelaskan bahwa, bila kita mencintai seseorang secara berlebihan dan melebihi kecintaan kepada Allah dan Rassulnya maka ia nanti akan dibangkitkan pada hari akhir akan dibangkitkan bersama dengan orang yang ia cintai didunia dari riwayat para Rassullah shallallahu alaihi wasallam.

Cinta sejati adalah cinta yang dimana mendapat kemuliaan untuk mengikuti jalan orang yang dicintainya, mengikuti langkah-langkahnya berada diatas Manhajnya dan mengambil petunjuknya. Ingat dahulu yahudi dan nasrani mengakui mencintai para nabi mereka tetapi tidak mendapatkan nikmat untuk menemani mereka di akhirat. Dikarenakan ia menyalahi petunjuk para nabinya.

Jadi sebagai umat manusia kita tidak boleh mencintai seseorang melebihi kecintaan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Nabi shallallahu alaihi wasallam, karena bila kita melakukan hal yang demikian, kita akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai diakhirat kelak.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Hati-hati Mencintai Seseorang dan Lima Pengertian Cinta Dalam Al Quran"

  1. terimakasih mba Diila. Semoga bermanfaat dan mampir terus ya mba ke artikel ku :)

    ReplyDelete